Ff Got7 : Guardian Love to My Heart (Part I)
GUARDIAN LOVE to MY HEART (Part I)
Title : Guardian Love to My Heart
Author : Star Bellathrix aka Kenzo Arata
Cast :
~ Kim Soohyung aka Soohyung (OC)
~ Mark Yi - En Tuan aka Mark
~ Kim Yugyeom aka Yugyeom (Soohyung’s oppa)
~ and al member GOT7
Genre : Romance, Mistery, Hurt, dll.
Rating : T
Disclaimer :
Hai chingu,
ini adalah ff pertama saya. Semoga suka ^_^v
Member GOT7 punya tuhan, orang tua mereka, dan JYP
entertaiment. Ff ini dan Soohyung murni punya saya, buatan saya, dan dari
pikiran saya sendiri. Maaf jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, dan waktu.
Happy Reading ^_^
Author POV
Saat Yugyeom membuka dompetnya, sesuatu terjatuh. Bambam
yang melihat hal itu pun langsung memungut benda tersebut.
"Hei, Yugyeom. Foto siapa ini? Omona, jeongmal
meossitta," ucap Bambam ke Yugyeom.
"Sini kulihat. Oh, dia Soohyung, dongsaengku,"
ucap Yugyeom.
"Omona! Jeongmal meossitta. Rambutnya keren dan
matanya indah sekali," ucap Bambam.
"Hmm, apa!? Kau bilang dia tampan!" ucap
Yugyeom keras.
Mendengar suara itu, member yang lain pun segera menuju
kamar BamYeom (Bambam dan Yugyeom, mereka kan sekamar di dorm).
"Ada apa. Tadi kami mendengar Yugyeom
berteriak," ucap sang leader, Jb.
"Oh kalian. Lihat hyung, neomu meossitta," ucap
Bambam ke member yang lain sambil memperlihatkan foto yang tadi di pungutnya,
alias foto Soohyung.
"Wah, neomu neomu meossitta," ucap member yang
lain.
"Dia sangat tampan, lebih tampan dibandingkan Mark.
Kulitnya putih bersih, tapi terkesan pucat. Matanya berwarna biru sapphire dan
bulat, indah sekali. Rambutnya berwarna biru & putih. Dia terlihat
sempurna," ucap Jinyoung sekalian menggoda Mark.
"Yak Jinyoung~," ucap Mark.
"Siapa dia?" tanya Jackson.
"Dia Kim Soohyung, dongsaengku. Dia itu
sebenarnya-," ucapan Yugyeom dipotong Youngjae. "Mwo! Dongsaengmu?
Dia beda sekali denganmu. Bahkan dia tidak terlihat seperti orang Korea,
kecuali kulit putihnya. Dia seperti blasteran."
"Hei, hyung. Aku belum selesai ngomongnya. Dia itu
yeoja bukan namja," ucap Yugeom yang mengagetkan mereka ber-6.
"Mwo!!"
"Dia yeoja? Tapi dia tampan sekali. Apa lagi dengan
rambut pendek dengan gaya seperti itu, headphone ditelinga, tato dileher
kirinya, dan bajunya itu, dia terlihat sangat cool," ucap Bambam panjang
(gx lebar ya).
“Biar aku jelaskan. Dia itu namanya Kim Soohyung. Dia
lebih muda satu tahun dari aku. Foto ini diambil saat dia kelas 10. Dia lebih
pintar dariku, bisa dibilang dia itu jenius. Sekarang dia di Jerman. Ia kuliah
disana. Ia akan meneruskan perusahaan appa. Tidak mungkin aku, karna aku sudah
memilih untuk berkarir didunia hiburan. Dia itu tomboy, dingin, sangat dingin malah.
Dia lebih dingin dari Jb saat kita trainee dulu dan pelit bicara seperti Mark.
Tatapan dan ucapannya selalu dingin, datar, dan singkat. Tapi dibalik itu
semua, tatapan matanya yang dingin itu jika kau lihat lebih dalam kau akan
menemukan kehangatan didalamnya, dia itu sebenarnya dewasa, lebih dewasa
daripada aku walaupun aku ini oppa-nya,” Yugyeom mengambil nafas lalu
melanjutkan.
“Dia maniak warna biru dan hitam, warna terang dia hanya
suka warna putih. Tubuhnya selalu mengeluarkan aroma aquatik yang sangat
menenangkan jika kau dipeluknya. Dia tidak pernah mau memakai kosmetik dan
perhiasan apapun. Dia hanya akan memakai kalungnya. Oh ya, apakah disana sudah
libur ya? Aku akan mengajaknya liburan ke Korea ah. Aku kangen dengan dia. Kami
tidak pernah bertemu sejak aku trainne dulu. Aku telepon eomma ah," ucap
Yugyeom panjang lebar lalu menelepon eommanya.
Kim Family's House
"Kring, kring, kring," telepon berbunyi.
"Halo," ucap seorang wanita paruh baya mengangkat
telepon.
"Oh, Yugyeom. Waeyo? Kau mau mengajak Soohyung
liburan? Iya dia sudah libur. Pasti dia mau. Ne. Jaljayo," sambungan pun
tertutup.
Ternyata yang menjawab telepon dari Yugyeom adalah eommanya
sendiri, nyonya Kim. " Soohyung, ada kabar baik untukmu. Oppamu menyuruhmu
untuk berlibur ke Korea. Kau akan menginap di dorm tempat oppamu bekerja,"
ucap nyonya Kim.
Terlihat seorang yeoja menuruni tangga menggunakan celana
selutut yang longgar dan kaos yang juga longgar berwarna hitam. Rambutnya
sepinggang digerai, warna rambut bagian atas hitam, turun kebiru-biruan, turun
lagi biru, turun lagi biru keperak-perakan, dan paling bawah warna putih perak.
Matanya bulat warna biru sapphire, hidung mancung, dan bibir pink tipis. Kulit
putih susu bersih. Dia tidak terlihat seperti orang Korea, kecuali warna
kulitnya (bisa bayangin kan readers, kan udh dijelasin panjangxlebar xp).
"Hn," ucap yeoja itu yang ternyata adalah
Soohyung.
Skip...
Soohyung POV
Sekarang aku ada di bandara. Aku membawa 1 koper dan satu
tas. Koper berisi pakaian, sepatu kets ku, komik, novel, dll. Tas ku berisi
psp, iphone, laptop, earphone, dll yang notabenya teman - temanku dan titipan
dari eomma untuk Yugyeom dan chingunya.
"Jangan lupa makan, jaga kesehatan, jangan
menyusahkan oppamu, hubungi kami setelah sampai di sana, dan jangan lupa
hadiahnya kau berikan. Pai pai Soohyung," ucap nyonya Kim menasihati
anaknya.
"Hn," ini membosankan. Untung saja selama dua
hari kemarin aku menyelesaikan pr tepat waktu, jadi aku tidak perlu terganggu dengan
pr ku.
Sampai di tempat duduk, aku menyalakan musik lewat
headphone yang kukalungkan di leherku tadi. Penampilanku? Aku tidak
mempermasalahkannya. Aku memakai jins biasa/standar yang tidak ketat maupun
tidak terlalu longgar warna hitam yang panjang, kaos panjang warna hitam dan
jaket warna abu - abu yang kuikat di pinggang. Menggunakan sepatu kets dengan
perpaduan warna hitam dan biru, dan arloji warna senada dengan sepatu.
Rambutku kubiarkan tergerai dan kubiarkan juga menutupi
muka sebelah kanan. Aku juga menggunakan topi dengan warna yang sama dengan
bajuku. Tak lupa kalung dengan tali berwarna hitam dengan liontin kristal
berbentuk segi enam panjang yang ujungnya lancip warna biru sapphire. Liontin
ini sangat berharga untukku. Di dalam pesawat aku hanya mendengarkan musik dari
headphone dan membaca manga naruto kesayanganku.
Incheon's Airport
Author POV
Setelah 3 jam, Soohyung pun sampai di Korea. Ia pun
menelepon Yugyeom setelah keluar dari pesawat.
"Kau dimana?" tanya Soohyung tanpa basa-basi
atau ucapan salam.
"Aku tepat dibelakangmu sedang menuju
kearahmu," kata Yugyeom.
Soohyung pun menoleh. Ia melihat Yugyeom yang menyamar
sedang melambaikan tangan kearahnya. "Ne." Setelah itu ia mematikan
telephone lalu menghampiri Yugyeom.
"Jeongmal bogoshipeo, Soohyung," ucap Yugyeom
memanggil Soohyung.
"Hn," ucap Soohyung dingin seperti biasa dan
tidak membalas pelukan Yugyeom.
"Aish, kau ini. Kau tambah keren ya. Sini kopernya,
biar oppamu yang tampan ini yang bawa," ucap Yugyeom sambil merebut koper
yang dibawa Soohyung.
Soohyung hanya mendengus kesal. Mereka pun berjalan
menuju mobil sport yang dibawa Yugyeom. Setelah meletakkan koper dibagasi,
merekapun masuk ke dalam mobil. Soohyung menawarkan dirinya saja yang menyetir,
Yugyeom pun menyetujuinya karna Yugyeom tahu bahwa Soohyung itu jago menyetir.
Headphone sudah bertengger manis di leher Soohyung. Topi
yang tadi menghadap ke depan sekarang menghadap ke belakang. Tas yang tadi
bertengger manis di pundak sebelah kiri kini sudah beralih ke kursi bagian
belakang.
Mobil yang dikendarai Soohyung pun melesat dengan
kecepatan tinggi. Tanpa disadari Soohyung, Yugyeom ketakutan disamping Soohyung.
Bahkan dia menggigil ketakutan. Sampai di depan dorm, Yugyeom turun dengan
wajah pucat dan tubuh yang menggigil ketakutan. Soohyung yang menyadari hal
tersebut langsung memeluk Yugyeom yang ketakutan.
Hal inilah yang biasa Soohyung lakukan saat Yugyeom
ketakutan. Mendapat pelukan hangat dari Soohyung, sedikit demi sedikit Yugyeom
tenang. Yugyeom sangat suka dipeluk oleh Soohyung . Wangi aquatik yang selalu
menguar dari tubuh Soohyung lah yang membuat Yugyeom selalu tenang dan damai.
Setelah memastikan Yugyeom tidak apa-apa, Soohyung pun melepaskan pelukannya.
"Uljimayo, aku ada disini," ucap Soohyung hangat
sambil tersenyum.
Yugyeom hanya mengangguk. Inilah yang paling disukai oleh
Yugyeom, saat Soohyung berkata hangat dan tersenyum tulus untuknya. Soohyung akan
terlihat sangat dewasa dan jadi terlihat manis dan cantik.
"Baiklah, jika kau sudah tidak apa-apa, sekarang
tolong bantu aku mengangkat koper ini," ucap Soohyung masih hangat.
Yugyeom hanya mengangguk dan segera membantu Soohyung mengangkat
koper. Sampai didepan dorm, Yugyeom pun membukakan pintu untuk Soohyung. Di
dalam dorm yang tampak ramai sekarang menjadi hening karna kehadiran Soohyung.
Mereka diam bukan karna tak suka, tapi lebih tepat ke arah terpesona akan
kecantikan Soohyung.
‘Kenapa jantungku berdebar-debar, darahku berdesir,
apakah ini yang dinamakan love at the first sight?,’ ucap Mark dalam hati.
‘Dia pasti sangat dingin dan pelit bicara. Pasti melebihi
Mark hyung dan Jb hyung,’ ucap Bambam.
Soohyung yang melihat mereka hanya mendengus kesal. Itu
dikarenakan rencana liburan yang tenang akan berubah ke arah berisik. Tatapan
dan wajah Soohyung yang tadi hangat sekarang beralih ke tatapan dan wajah yang
dingin, sangat dingin.
"Hyung perkenalkan ini Soohyung, dongsaengku. Dia
cantikkan," ucap Yugyeom memperkenalkan Soohyung ke semua member.
Mereka pun tersadar akan kekaguman mereka terhadap Soohyung
setelah mendengar suara Yugyeom.
"Ah, mianhae. Annyeong haseyo, naneum Im Jae Bum
imnida. Kau bisa memanggilku Jb imnida," ucap Jb memperkenalkan diri.
"Ini Mark, yang paling tampan. Ini Jackson, yang
paling manly. Ini Park Jinyoung, kau bisa memanggilnya Jinyoung. Ini Youngjae.
Ini Bambam, muka paling imut," ucap Jb memperkenalkan member satu persatu.
"Hn. Kim Soohyung imnida. Panggil saja Soohyung
imnida dan gak usah pakai embel-embel ssi dibelakangnya, itu terlalu formal dan
aku tidak akan memanggil kalian oppa," ucap Soohyung menjelaskan tapi
masih dengan wajah stoicnya dan dingin.
‘Bahkan ia tidak mau memanggil yang lebih tua dengan
sebutan oppa dan langsung menggunakan bahasa informal. Ckckck, anak ini,’ ucap
Jackson dalam hati.
‘Benarkan, dia dingin. Ciri-ciri yeoja yang...ckckck,’
ucap Bambam.
‘Dia bahkan hanya membuka mulutnya sedikit sekali, tidak
lebar seperti kebanyakan wanita. Dia pasti tipe yeoja yang dingin,’ ucap Jb.
"Baiklah Soohyung, kamarmu ada di sebelah paling
pojok kanan. Bersebelahan dengan kamar Jr," ucap Jb.
"Ayo Soohyung kekamarmu. Aku ingin menanyakan
sesuatu," Soohyung yang mengerti apa yang akan di tanyakan Yugyeom hanya
mengangguk.
Setelah sampai kamar yang tadi di tunjukkan Jb, Soohyung
pun segera beres-beres kamarnya dibantu Yugyeom. Setelah selesai beres-beres,
Yugyeom pun bertanya "Kau sudah menguasai kekuatan itu sepenuhnya?".
"Sudah, lihat. Tanda di lenganku sudah hitam
sepenuhnya. Tanda yang menunjukkan bahwa aku sudah menjadi bagian dari mereka
& sudah menguasai kekuatan itu sepenuhnya. Mereka tinggal mencariku atau
malah aku yang akan menemukan mereka duluan," ucap Soohyung menjelaskan.
"Kalau begitu, kau tolong buat salju ya dikamar ini.
Aku ingin merasakannya, kangen. Ya ya ya. Jebal," ucap Yugyeom sambil
menunjukkan aegyo-nya.
Soohyung yang ingin muntah melihat aegyo Yugyeom
(mianhaeyo oppa xp #plak) pun hanya mengangguk. Saat Soohyung sudah ingin
menggerakkan tangannya untuk membuat salju, seseorang mengetuk pintu kamar
Soohyung.
“Yugyeom-ah, kajja keluar. Kita ada jadwal hari ini.
Jackson akan menemani Soohyung disini karna hanya dia saja yang tidak ada
jadwal hari ini,” ucap Jb.
“Ne hyung. Soohyung kau disini sendirian tak apa-apa
kan?” tanya Yugyeom.
“Hn,” jawab Soohyung. ”Tapi, ada satu permintaanku.
Tolong saat pulang nanti kau belikan aku papan sasaran,” ucap Soohyung.
“Ne,” balas Yugyeom sambil melangkah keluar pintu.
Sesudah Yugyeom pergi, Soohyung pun mandi dan ganti baju
lalu keluar kamar. Ia melihat dorm sudah sepi, hanya terlihat Jackson saja yang
sedang menonton tv di ruang tamu. Sekarang sudah malam, Soohyung melangkah
menuju pintu ingin keluar, ia ingin membeli sesuatu.
“Soohyung, kau mau pergi kemana? Aku ikut ya, boleh
tidak? Aku disuruh Jb untuk membeli kebutuhan dorm karna sudah menipis,” ucap
Jackson.
“Hn,” ucap Soohyung dingin, singkat, padat, dan jelas.
“Baiklah, tunggu sebentar aku mau mengambil topi dan
jaketku,” ucap Jackson sambil berlalu menuju kamarnya.
‘Nih anak makan apaan sih, dingin banget, pelit bicara
lagi. Huh, benar kata Yugyeom,’ ucap Jackson dalam hati.
Setelah Jackson selesai, mereka pun pergi menuju
supermarket. Mereka memutuskan jalan kaki karna memang letaknya tidak terlalu
jauh. Selama perjalanan Jackson terus berceloteh yang hanya ditanggapi “hn”
oleh Soohyung. Jackson jadi berpikir kalau dia sama saja berbicara pada patung.
Sampai di supermarket Jackson membeli kebutuhan dorm selama seminggu, sedangkan
Soohyung membeli keripik kentang, ice cream, permen karet, dark choco, dan
ramen beberapa bungkus. Setelah selesai membayar mereka pulang.
Dalam perjalanan pulang terlihat jalanan sudah sepi. Saat
mereka sampai didepan taman, muncullah seseorang yang bersayap menghadang
mereka. Jackson sangat kaget akan hal itu, ia mengira bahwa dirinya pasti
sedang bermimpi bertemu dengan manusia bersayap. Sedangkan Soohyung? Dia
melihat Soohyung memandang tajam ke arah makhluk bersayap tersebut.
Tbc...
Ini adalah ff pertama, semoga suka ^_^v...
Komentar
Posting Komentar